Minggu, 05 Agustus 2012

Pengolahan Citra : seri Konvolusi


Secara umum konvolusi didefinisikan sebagai cara untuk mengkombinasikan dua buah deret angka yang menghasilkan deret angka yang ketiga. Didalam dunia seismik deret-deret angka tersebut adalah wavelet sumber gelombang, reflektivitas bumi dan rekaman seismik.

Secara matematis, konvolusi adalah integral yang mencerminkan jumlah lingkupan dari sebuah fungsi a yang digeser atas fungsi b sehingga menghasilkan fungsi c. Konvolusi dilambangkan dengan asterisk ( *).
Sehingga, a*b = c berarti fungsi a dikonvolusikan dengan fungsi b menghasilkan fungsi c.
Konvolusi dari dua fungsi a dan fungsi b dalan rentang terbatas [0, t] diberikan oleh:
Contoh:
a = [1, 2, 3] dan b = [4,5,6] maka a*b :
Sehingga a*b adalah [4,13,28,27,18]

pengolahan citra juga menggunakan prinsip konvolusi, berikut adalah program yang anda jalankan pada MATLAB untuk melihat proses konvolusi :


fs=1000;        %sampling rate 1Khz
t=0:1/fs:0.5;   %selama 0.5 detik
x=sin(2*pi*5*t)+sin(2*pi*300*t);    %sinyal 5Hz + noise 300Hz
h= [2 12 23 23 12 2];
y=conv(x,h);
subplot(2,1,1),plot(t,x);
subplot(2,1,1),plot(t,y(1:length(t)));




X=imread('board.tif');   %jika tidak ada, gambar sembarang
y=rgb2gray(X);
filter1=fspecial('laplacian');%z=edge(y,'sobel');
z=conv2(y,filter1,'same');
figure(1);
subplot(1,3,1),imshow(x),title('RGB image');
subplot(1,3,2),imshow(y),title('gray image');
subplot(1,3,3),imshow(z),title('pocessed image');



x=imread('board.tif');   %jika tidak ada, gambar sembarang
y=rgb2gray(x);
z=edge(y,'sobel');
figure(1);
subplot(1,3,1),imshow(x),title('RGB image');
subplot(1,3,2),imshow(y),title('gray image');
subplot(1,3,3),imshow(z),title('pocessed image');





Pengamatan :

· sebuah sinyal X = A sin (2*pi*f*t)dapat dibangkitkan dengan menggunakan softwere matlab, dapat pula mengalami proses penjumlahan.

· Hasil dari penjumlahan dua buah sinyal sinusoidal berbentuk sinyal sinusoidal yang bergerigi.

· Pengolahan citra dapat dilakukan melalui konvolusi, hasil konvolusi dari fiter dengan image gray RGB beruba gambar yang kabur (gambar hitam ditaburi bintik hitam).

· Filter untuk konvolusi dalam praktikum ini ada tiga buah, yaitu [1 -1],[-1 1] dan fspecial laplacian.

· Penggunaan edge untuk menentukan batas dari gambar, dalam edge ini ada enam mothode dan pada praktikum ini digunakan method sobel.

ELECTROMAGNETIC COMPATIBILITY VERSUS ELECTROMAGNETIC BIOCOMPATIBILITY


1.     Latar belakang
Seiring dengan berkembang nya teknologi, beberapa perangkat yang ada memiliki interferensi yaitu sebuah gelombang electromagnetic yang dapat mengganggu kinerja dari perangkat lain. Interferensi ini sangat mengganggu baik secara langsung maupun secara tak langsung kehidupan organism terutama manusia. Interferensi ini bisa di analogikan seperti smog/ asap yang berupa polusi, namun berbeda dengan smog golombang electromagnetic yang dipancarkan tidak dapat dilihat dengan mata namun memiliki tingkat bahaya yang sama.
 Namun tidak semua teknologi memiliki interferensi yang dapat mengganggu kehidupan organism, terdapat beberapa teknologi yang tidak memiliki interferensi maupun memiliki interferensi yang relative kecil, berikut ini adalah beberapa cirri teknologi yang memiliki interferensi yang kecil yaitu : memiliki frekuensi yang dapat diterima oleh organism makhluk hidup, dan beberapa jenis memiliki frekuensi yang dapat mempengaruhi serta mengancam keselamatan organism.
Saat organinisme/ tubuh manusia menjadi victim atau menerima interferensi dari perangkat yang memancarakan gelombang electromagnetic, dari dalam tubuh individu tersebut mengeluarkan reaksi terhadap interferensi tersebut yang dinamakan endogenous oscillatory electrical activity. Electromagnetic biocompatibility merupakan perluasan makna dari Electromagnetic compatibility, namun dianatara kesamaan antara EMC dan EMBC terdapat perbedaan antara keduanya.
EMBC akan menstimulasi suatu makhluk hidup agar memiliki kekebalan terhadap interferensi gelombang electromagnetic. Stimulus yang diberikan bertujuan untuk merangsang endogenous oscillatory electrical activity, dengan memberikan emisi yang ada di batas toleransi.


2.     Tujuan :
1.     Mengetahui perbedaan mendasar antara EMC dan EMBC
2.     Mengetahui range frekuensi explotion yang akan menjadi emc imunity
3.     Memberikan stimulus ke suatu organism agar memiliki ability yang kebal terhadap interferensi gelombang electromagnetic
4.     Dapat menghitung secara teoritis magnetic fluks density

3.     Batasan Masalah :
1.     Pada penelitian ini pengujian akan dilakukan di frekuensi yang telah di tetapkan yaitu antara 60 MHz sampai dengan 60 GHz
2.     Untuk frekuensi eksplosion  lebih difokuskan kepada frekuensi yang sangat kecil yaitu 300 Hz
3.     Melakukan pemisahan pengukuran dari range 9kHz – 1000MHz, untuk emisi menjadi 4 band frekuensi yaitu : A 9kHz–150kHz,B 0.15MHz–30MHz,C 30–300MHz, D 300–1000MHz.
4.     Pengujian di orientasikan kepada perangkat yang dipakai di area perumahan dan area rumah sakit
5.     Pengujian dalam EMBC dilakukan saat terjadi contact current yaitu saat tubuh seseorang bersentuhan langsung dengan perangkat uji

4.     Metodologi pengukuran

Tahap awal yang perlu dilakukan adalah dengan mendisain cara agar dapat mereduksi magnetic field karena dengan mereduksi magnetic field itu berarti anda sudah tahu cara mereduksi power frekuensi magnetic field. Dengan menggunakan rumus bio savart, superposisi adalah cara mengolah power frekuensi magnetic field. Untuk near field sumber listrik, rugi-rugi reflection di dominasi oleh frekuensi rendah, dan rugi-rugi penyerapan di dominasi oleh frekuensi tinggi.
Ketikan suatu harmonisa bermacam mendan magnet B(x,wt) menembus suatu medium dengan konduktivitas σ dan permeabilitas μ, maka magnetig fluks akan berubah menjadi elektromagnetive force (EMF)  dan dialiri oeh arus eddy yang mengalir dikonduktor dan tegak lurus pada bidang, sebagai hasilnya medan magnet akan diubah. Keadaan ini bisa digambarkan dengan menggunakan persamaan Maxwell.
Persamaan dalam bentuk umum  menjadi :
B =B0 exp- (1+ j) x/d
Pengukuran dari frekuensi yang sangat rendah carried out nilai global dari RMS dari tiga orthogonal sudut yaitu sudut x,y,z
Veff (x, y, z) = root of (Veff x2 +Veff y2 +Veff z2)
Pengukuran dilakukan di area medical, dimulai dengan pengukuran magnetic field yang berada pada ruang emergency. Banyak aktivitas medis dilakikan disini yang berkaitan dengan electrical signal seperti clinical dan researches.
  
pada kasus diatas terdapat lebih dari dua kali prudential avoidance threshold, jadi sangat disaran kan agar menguji kembali ELF MF, ternyata setelah melakukan trouble shout dan di uji kembali dapat dilihat :

Kesimpulan :
EMC bertujuan untuk mencegah terjadi nya inteerferensi, namun untuk konteks yang lebih luas suatu equipment agar tidak mengganggu kehidupan perlu konsep electromagnetic biocompatibility dimana EMBC ini harus terstruktur dengan baik dan didasari oleh ilmu pengetahuan yang lebih luas agar dapat diterima dalam lingkungan.
Dari pengujian diatas pengujian dalam ruang medis, masalah bisa jadi muncul karena pengetahuan mereka tentang EMBC sangat kecil, dapat dilihat dari magnetic fluks nya yang lebih besar dari 0.2 micro T, dimana seperti disebutkan diatas bahwa jika magnetig fluks yang dihasilkan oleh suatu perangkat mengenai organism secara terus menerus dapat mengakibatkan kangker dan berbagai penyakit berbahaya lainnya.





sumber : Electromagnetic Compatibility versus Electromagnetic Biocompatibility By : Mircea Ion Buzdugan, Horia Bălan, Dorin Mureşan

Sabtu, 04 Agustus 2012

Konfigurasi Router Mikrotik Menggunakan Winbox Loader V 2.2.1.5 Windows




Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini, ciri-ciri router adalah adanya fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain.

misalnya jika pada suatu perangkat jaringan (komputer) memiliki IP Adress 192.168.0.1, maka agar komputer lain dapat berkomunikasi, harus diberikan IP Address dengan Network Identification 192.168.0 dan dengan Host Identification 2-254, contoh 192.168.0.10, 192.168.0.11 dan seterusnya.

Permasalahan akan muncul ketika perangkat jaringan yang terhubung sangat banyak (biasanya di atas 20 perangkat), seorang administrator akan dipaksa berkeliling untuk mensetting IP Address tiap host, Oleh karenanya kita dapat menggunakan Router.
Router mikrotik adalah salah satu intermediate device yang banyak digunakan di berbagai kalangan, karena selain memiliki kehandalan yang tinggi, router mikrotik juga memiliki harga yang lebih ekonomis. Selain itu router mikrotik mudah untuk di konfigurasi, bahkan oleh user awam sekalipun menggunakan sebuah aplikasi yang bernama winbox loader v 2.2.1.5 yang dapat dijalankan pada operating system yang berbasiskan windows.
 Pada percobaan ini, praktikan akan mengkonfigurasi sebuah router mikrotik dan akan memberikan ip public dengan router sebagai NAT (Network Address Translatting) agar user  yang berada pada suatu LAN dapat terhubung ke jaringan WAN.

Tujuan percobaan :

1. Dapat memberikan IP sebuah PC Client yang berada pada LAN.
2. Dapat memberikan IP pada router mikrotik.
3. Dapat memberikan gateway agar jaringan LAN terhubung ke jaringan WAN
4. Dapat mengubah IP Private menjadi IP Publik
  1. Langkah percobaan :
  2. Buka aplikasi win box yang sudah di install di PC anda, sebagai perhatian bahwa anda membutuhkan minimal dua buah PC dalam praktikum ini. Satu PC sebagai PC client dan satu PC sebagai konfigurasi router.


Gambar 1 masuk ke winbox dengan user name admin, dalam keadaan default password tak harus diisi.

    3. Pilih interface yang akan di aktifkan, disini akan digunakan eth 1 sebagai interface yang terhubung ke   WAN, eth 2 sebagai interface yang terhubung ke LAN dalam hal ini eth 2 terhubung ke switch dan dapat digunakan oleh PC Client, dan eth 3 terhubung ke computer yang mengkonfigurasi router.



Gambar 2 pemilihan interface akan diaktifkan di router mikrotik
       
       Berilah IP pada interface yang terhubung kepada jaringan LAN, cara nya pilih toolbar ip, lalu pilih addrasess. Karena pada langkah sebelumnya eth2 sebagai interface yang terhubung ke LAN maka beri IP eth2 tersebut dengan 192.168.10.1/24 dan network 192.168.10.0 serta broadcast address nya 192.168.10.255


Gambar 3 pemberian IP eth 2 sebagai interface ke jaringan LAN

4.     Berlah IP pada eth 1 sebagai interface yang terhubung ke jaringan WAN

Gambar 4 pemberian IP eth 1




5. Ubah lah ip private menjadi ip publict agar jaringan LAN dapat berkomunikasi dengan jaringan WAN, caranya adalah pilih toolbar ip, lalu fire wall, jangan lupa untuk mensetting src address menjadi sources dan action menjadi masquerate agar PC client yang berada dalam jaringan LAN dapat mengakses keluar sedang kan jaringan luar tidak dapat mengakses kedalam.

Gambar 5 mengubah IP private menjadi IP publik

Gambar 6 toolbar general src address diubah source dan out interface eth1-internet

Gambar 7 action diubah menjadi masquarade
6.     Cek kembali interface yang telah anda beri ip

Gambar 8 address list yang telah aktif

7.     Uji konektivitas dengan cara melakukan ping di command prompt

Gambar 9 uji konektivitas pada PC Client


8.     Selain dapat melakukan ping ke PC lainyang terhubung dalam satu LAN, kita juga dapat mem ping ip router dan ip PC yang berada pada LAN yang berbeda, namun tidak dapat melakukan browsing ke internet. Untuk dapat browsing ke internet anda perlu setting DNS servers.  Penyettingan DNS Servers dilakukan dengan memasukkan  ip yang digunakan pada interface jaringan internet.  


Gambar 10 Penyettingan DNS server

9.     Selanjutnya melakukan  penyettingan pada pc client dengan memasukkan ip static, default gateway dan DNS server agar dapat terkoneksi ke jaringan internet.

Gambar 11 penyettingan IP address secara static pada PC


10.  Melakukan ping ke google.com untuk menguji konektivitas jaringan internet.

Gambar 12 Pengecekan koneksi internet
11.  Pada winbox juga terdapat tool untuk memonitor traffic pada jaringan node tertentu berdasarkan jenis protokolnya, alamat asal, alamat tujuan, serta tipe port secara real time yang disebut dengan torch. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu   pada submenu tools  klik menu torch. Selanjutnya masukkan interface yang akan dimonitoring. Jika selesai klik Start.

Gambar 13 Penyetingan pada torch

Berikut ini trafik yang terjadi pada interface Eth2.

Gambar 14  Trafik pada interface Eth2 menggunakan tool torch